Jumat, 10 Mei 2019

Struktur Ekonomi & Pembangunan

Sektor Pertanian

Kelebihan
     Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, yang artinya harga berubah berapapun orang akan tetap membeli hasil sektor pertanian

Kekurangan
     Produksinya konstan, sangat sulit ditingkatkan dan memiliki investasi yang mahal


Sektor Industri

Kelebihan

  1. Akan memunculkan pontensi yang dimiliki setiap daerah
  2. Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal denganpusat pertumbuhan
  3. Menghubungan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebar manfaat pembangunan secara luas
  4. Memperluas lapangan kerja
  5. Meningkatkan pendapatan daerah
Kekurangan
  1. Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam
  2. Kalahnya investor domestik dengan investor asing

Sektor Jasa

Kelebihan
     Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih sering

Kekurangan
     Pada dasar persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah ini, hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi atau saat harga berubah sedikit permintaan akan berubah drastis


Pembangunan tanpa Perubahan Struktur Ekonomi

     Pembangunan tanpa perubahan struktur ekonomi tidak dapat terjadi karena dengan adanya struktur ekonomi lah dapat terjadinya pembangunan ekonomi agar mengarah menjadi lebih baik lagi. Struktur ekonomi yang utama itu ada 3, yaitu pertanian, industri, dan jasa. Jika suatu negara memiliki sumber daya alam yang melimpah maka negara tersebut pasti akan menitikberatkan struktur ekonominya ada sektor pertanian. Namun jika negara tersebut terus menerus fokus pada sektor pertanian maka tidak akan adanya kemajuan dalam bidang lainnya. Sekarang ini pembangunan ekonomi sangat membutuhkan teknologi, maka dari perlu adanya perubahan struktur ekonomi dalam pembangunan ekonomi. Jika pembangunan ekonomi tersebut berhasil maka pertumbuhan ekonominya pun dapat berkembang dengan baik.



Mengapa Terjadi Perubahan Struktur Ekonomi dalam Proses Pembangunan

     Perubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan terjadi karena adanya keinginan suatu negara untuk membangun negaranya agar tumbuh menjadi lebih baik lagi. Pembangunan ekonomi harus berkembang ke arah yang lebih baik lagi karena:

1. Adanya Hukum Engels.
Sifat manusia dalam kegiatan konsumsinya, yaitua pabila pendapatan naik, elastisitas permintaan yang di akibatkan oleh perubahan pendapatan (income elastcity of demand) adalah rendah atas konsumsi bahan –  bahan makanan. Sedangakan permintaan terhadap bahan – bahan pakaian, perumahan, dan barang –  barang konsumsi hasil industri keadaannya adalh sebaliknya.

2. Adanya perubahan teknologi yang terus menerus berlangsung.
Perubahan teknologi yang terjadi dalam proses pembangunan akan menimbulkan struktur produksi yang bersifat compulsory dan inducive.
Compulsory: sebagai akibat teknologi yang digunakan terus-menerus akanmempertinggi produktivitas kegiatan ekonomi dan memperluas pasar serta kegiatan perdagangan. Perubahan-perubahan seperti ini terjadi dalam produksi barang industri yang selalu menghasilkan produk-produk terbaru yang memberikan fasilitas dan kemudahan-kemudahan bagi konsumen, dengan menggunakan teknologi-teknologi inovatif yang diterapkan di sektor industri. Misalnya, setiap tahun atau beberapa tahun selalu bermunculan produk-produk mobil, motor, komputer, alat-alat kebutuhanrumah tangga versi terbaru.
Inducive: kemajuan menciptakan produk industri baru yang menambah pilihan alternatif terhadap barang-barang industri yang dikonsumsi atau dengan teknologi menimbulkan sektor industri banyak menawarkan diversifikasi produk industri, seperti memberikan pilihan apakah mengunakan tenaga kerja manusia atau robot ciptaan manusia.

3. Adanya comparative advantage.
Pada produk-produk sektor pertanian bagi negara-negara berkembang, sedangkan negara-negara yang sudah maju memiliki competitive advantage pada produk-produk sektor industri


Pembangunan yang hanya Mengejar Pertumbuhan tidak akan Menghiraukan Kelestarian Lingkungan


     Tumbuhnya pabrik-pabrik lokal maupun asing di Indonesia juga berdampak pada bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga pertumbuhan ekonomipun otomatis juga akan meningkat. Tapi yang mengecewakan ketika beberapa pabrik-pabrik tersebut tidak menghiraukan kelestarian lingkungan alam dengan membuang limbah cair ke sungai tanpa proses pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan. Hal ini akan merugikan manusia dan juga ekosistem di sekitar lingkungan tersebut. Salah satu hal yang diupayakan pemerintah dalam mengurangi dampak negatif tersebut adalah dengan cara memusatkan pabrik-pabrik dalam satu kawasan yang disebut kawasan industri. Di Indonesia ada banyak kawasan industri, misalnya kawasan industri gresik, kawasan industri rungkut dan masih banyak lagi. Langkah ini dirasa efektif dalam mengurangi kerusakan lingkungan alam karena industri-industri besar dipusatkan dalam satu wilayah dan otomatis polusi yang dihasilkan tidak akan menyebar samppai permukiman penduduk. Biasanya suatu kawasan industri dilengkapi oleh sistem pengolah limbah, jadi dengan adanya sistem tersebut dampak negatif tersebut bisa diminimalkan. Jadi sebagai masyarakat yang membantu pertumbuhan ekonomi, pelihara sikap “peduli lingkungan” lebih bermanfaat untuk suatu Negara dibandingkan dengan sikap ‘membangun untuk merusak.


Daftar Pustaka



Rabu, 08 Mei 2019

Perekonomian Indonesia

Definisi

  • INFLASI adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negri
  • REVALUASI adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang dalam negri terhadap mata uang asing
  • DEVISA UMUM adalah devisa yang diperoleh dari kegiatan ekspor, penjualan jasa serta bunga modal
  • VALUTA ASING adalah mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia dan dapat diperjual belikan
Apakah Inflasi Selalu Merugikan?

       Tidak selamanya inflasi selalu merugikan. Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif. Inflasi terbagi menjadi 4 yaitu inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi. Tergantung parah atau tidaknya inflasi, maka pengaruhnya akan berbeda. Apabila inflasi tersebut ringan maka mempunyai pengaruh yang positif dan akan mendorong maju perekonomian yang lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu ketika terjadi inflasi tak terkendali, keadaan perekonomian menjadi kacau. Orang menjadi tidak semangat bekerja. Bagi orang yang memiliki pendapatan tetap, inflasi akan terasa sangat merugikan. Sebaliknya, bagi orang yang memiliki pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha tidak akan dirugikan dengan adanya inflasi. Dan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi. Jadi, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, serta merosotnya tingkat kehidupan.

Faktor yang Mempengaruhi Investasi

      1. Suku Bunga
          Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian                besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka                akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka              ia akan melakukan investasi

      2. Kondisi Sarana & Prasarana
          Sarana dan prasarana pendukung tersebut meliputi transportasi, komunikasi, utilitas,                            pembuangan limbah dan lain-lain

      3. Birokrasi Perijinan
          Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi                    karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan              memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan                    aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang                panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha            dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

      4. Kualitas Sumber Daya Manusia
          Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting.              Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern.                  Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.

      5. Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
          Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang                      pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah Minimum, kontrak kerja dan lain-lain.

Kemiskinan & Garis Kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.
Secara kuantitatif, kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana taraf hidup manusia serba kekurangan atau “tidak memiliki harta beda. Sedangkan secara kualitati, pengertian kemiskinan adalah keadaan hidup manusia yang tidak layak.
Garis Kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara
Penyebab & Dampak Kemiskinan di Indonesia
Penyebab kemiskinan
  1. Laju pertumbuhan penduduk
  2. Angka pengangguran tinggi
  3. Tingkat pendidikan yang rendah
  4. Bencana alam
  5. Distribusi yang tidak merata
Dampak Kemiskinan
  1. Kriminalitas meningkat
  2. Angka kematian yang tinggi
  3. Akses pendidikan tertutup 
  4. Meningkatnya pengagguran
  5. Munculnya konflik di masyarakat

Daftar Pustaka

Struktur Ekonomi & Pembangunan

Sektor Pertanian Kelebihan      Memiliki elastisitas permintaan yang rendah, yang artinya harga berubah berapapun orang akan tetap membel...