Pengertian Sistem
Istilah ”sistem” berasal dari perkataan “systema” (bahasa
yunani) yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari macam - macam
bagian. Beberapa definisi tentang sistem antara lain :
- Suatu sistem adalah seperangkat komponen yang
saling berhubungan satu samalain, yang memiliki batas yang menseleksi baik
macamnya maupun banyaknya input dan output yang keluar dari sistem tersebut.
- Sistem tersusun dari seperangkat komponen yang
bekerja secara bersama - sama untuk mencapai semua tujuan dari keseluruhan
sistem tersebut.
- Sebuah sistem dapat digambarkan sebagai sebuah
kumpulan dari elemen - elemen atau komponen komponen dimana beberapa dari
komponen tersebut saling berhubungan secara tetap dalam jangka waktu tertentu.
Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk
mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produsen, konsumen, pemerintah, bank
dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis
sehingga kekacauan dalam bidang ekonomi dapat dihindari.
Fungsi sistem ekonomi secara umum adalah :
1. Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi
2. Berfungsi dalam mengoordinasi kegiatan individu
dalam suatu perekonomian
3. Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi
di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang diharapkan
4. Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi
barang dan jasa berjalan dengan baik
Macam – macam sistem ekonomi
:
1. Sistem Ekonomi Tradisional
2. Sistem Ekonomi Terpusat (Sosialis)
3. Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
4. Sistem Ekonomi Campuran
Pentingnya Sistem Ekonomi bagi Pemerintahan
Sistem ekonomi bagi penyelenggaraan pemerintahan sebuah
negara sangatlah penting. Sistem ekonomi yaitu suatu cara yang diterapkan oleh
suatu negara ketika masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan kegiatan
ekonomi terdapat masalah – masalah yang dihadapi. Sistem ekonomi sebagai strategi suatu negara untuk mengatur
kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran, dan karena sistem
ekonomi adalah sistem yang akan mengatur tugas pemerintah maupun rakyat dalam
mengatur distribusi pasar pemerintah yang mengawasi sedangkan rakyat yang menjadi
pelaku atau yang melakukan sistem ekonomi jadi jelas sangatlah penting.
Tanpa adanya sistem ekonomi, pemerintahan yang akan diselenggarakan tidak akan berjalan sesuai rencana atau bahkan tak akan terselenggara. Sistem ekonomi pada setiap negara berbeda – beda, tergantung dari keputusan dalam kepemilikan produksi, distribusi, dan komsumsi yang dilakukan. Akan tetai tujuan sistem ekonomi pada setiap negara sama, yaitu bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, mencapai kestabilan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta dapat meratakan pemerataan pendapat diantara berbagai golongan dan lapisan masyarakat.
Dilakukan dengan cara menentukan apa, berapa banyak dan bagaimana produk – produk dan jasa – jasa yang dibutuhkan akan dihasilkan, karena terkadang masyarakat dan pemerintah mengalami masalah pada kegiatan produksi. Bisa juga dengan cara mengalokasikan produk nasional bruto (PNB) untuk konsumsi rumah tangga, masyarakat serta pemerintah dan juga dengan mendistribusikan pendapatan nasional (PN) diantara anggota masyarakat sebagai upah/gaji, keuntungan perusahaan, bunga ataupun sewa.
Tanpa adanya sistem ekonomi, pemerintahan yang akan diselenggarakan tidak akan berjalan sesuai rencana atau bahkan tak akan terselenggara. Sistem ekonomi pada setiap negara berbeda – beda, tergantung dari keputusan dalam kepemilikan produksi, distribusi, dan komsumsi yang dilakukan. Akan tetai tujuan sistem ekonomi pada setiap negara sama, yaitu bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, mencapai kestabilan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta dapat meratakan pemerataan pendapat diantara berbagai golongan dan lapisan masyarakat.
Dilakukan dengan cara menentukan apa, berapa banyak dan bagaimana produk – produk dan jasa – jasa yang dibutuhkan akan dihasilkan, karena terkadang masyarakat dan pemerintah mengalami masalah pada kegiatan produksi. Bisa juga dengan cara mengalokasikan produk nasional bruto (PNB) untuk konsumsi rumah tangga, masyarakat serta pemerintah dan juga dengan mendistribusikan pendapatan nasional (PN) diantara anggota masyarakat sebagai upah/gaji, keuntungan perusahaan, bunga ataupun sewa.
Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
Sistem ekonomi dan sistem politik suatu negara ibarat
seperti dua sisi mata uang. Dua sisi mata uang tersebut sangatlah berpengaruh
dalam sistem pembayaran. Apabila tidak ada salah satu sisi dari mata uang
tersebut, maka mata uang tersebut tidak sah menjadi alat pembayaran. Sama
seperti sistem ekonomi dan sistem politik. Kedua sistem tersebut sangatlah
berpengaruh dalam pembangunan suatu negara. Apabila salah satu dari sistem
tersebut (misalkan sistem ekonomi) tidak
berfungsi, maka pembangunan suatu negara tidak akan berjalan dengan lancar.
Umumnya, ekonomi
suatu negara yang semakin maju akan bergerak ke arah sistem ekonomi libera;.
Sementara itu, kebersamaan dengan
perkembangan sistem ekonomi, diperlukan pula adanya reformasi politik, yang
dalam hal ini berarti akan menuju ke arah sistem politik demokrasi.
Hubungan antara pembangunan ekonomi dan pembangunan di
bidang politik ini juga dijelaskan dalam teori Rostow dalam bukunya “Stages of
Economic Growth” (Rostow, 1966). Rostow menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi
negara dapat terhambat ketika pertumbuhan tersebut tidak ditopang nilai – nilai
sosial budaya yang rasional, termasuk politik.
Rostow yang mengungkap adanya tahapan dalam masyarakat, yang
dimulai dari “tahap tradisional”, menegaskan bahwa keberadaan nilai
rasionalitas, perkembangan teknologi dari tahap tradisional menuju ke tahap
selanjutnya dalam pertumbuhan ekonomi akan terhambat.
Kemudian, pada tahap pertumbuhan masyarakat selanjutnya,
yakni tahap pra-kondisi untuk tinggal landas, hambatan pertumbuhan ekonomi
masyarakat dapat dilepas dengan terbentuknya nation-states yang dibangun
melalui jalan politik. Dari sini, terluhat jelas bahwa pertumbuhan ekonomi akan
berjalan beriringan dengan pembangunan politik suatu masyarakat.
Menurut Rostow, diterangkan bahwa pembangunan di bidang
ekonomi akan selalu membutuhkan dorongan dari pembangunan di bidang lain.
Semisal untuk bisa menuju tahap “tinggal
landas” menuju masyarakat ekonomi modern, dibutuhkan adanya peningkatan rasio
investasi, serta sistem politik-sosial-budaya yang memungkinkan pertumbuhan
ekonomi ini terus berlanjut.
Anggota :
1. Marselino Adimas W. (24218093)
2. Pahala Juniver Nicolas (25218527)
3. Rifky Misbachul Zaman (26218147)
Daftar Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar